Revolusi Kamar Mandi

Saya masih mengucek mata siang itu, setengah tak percaya dengan apa yang saya baca. Ketika mie goreng di dalam piring sudah habis, di depan layar monitor  saya membaca timeline dan mendapati kabar bahwa Semarang lolos ke dalam daftar 100 kota dengan ketahanan terbaik di seluruh dunia. Sebuah program internasional yang menguji ketahanan kota-kota untuk menghadapi permasalahan alam-sosial-lingkungan di sekitarnya. Semarang sekarang setara dengan London, Milan, New York, Los Angeles dan kota-kota yang banyak di film-film itu.

Continue reading “Revolusi Kamar Mandi”

Bapak Polisi Militer

Kepada Bapak-Bapak Polisi Militer yang kemaren bertemu saat mengisi bensin di SPBU dan tak disangka kemudian bertemu lagi di salah satu ruas jalanan pantura.

Dengan tulisan ini, saya mohon maaf seluas-luasnya lautan kepada Bapak atas sembilan kelakuan bodoh saya yang saya lakukan tempo hari. Adalah sebagai berikut :

Continue reading “Bapak Polisi Militer”

Kelautan Sepuluh Semester – bagian i

Dengan ini sudah genap sepuluh semester saya habiskan untuk belajar di Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Sudah selesai pula 145 sks saya tempuh, minus 4 sks dari program skripsi yang sudah 3 kali saya ulangi belakangan ini.

Di titik ini, saya merasa harus mencatat beberapa hal yang saya alami tentang kuliah di Kelautan. Ada banyak cerita menarik dan informasi yang mungkin berguna bagi saudara sekalian yang hendak masuk ke jurusan serupa. Pada awalnya hanya beberapa kalimat, tetapi karena terlampau banyaknya yang tertuang maka saya putuskan untuk membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian. Maka beginilah ceritanya :

Continue reading “Kelautan Sepuluh Semester – bagian i”

Tonton Bareng Nusantara

Ini tidak membahas tentang calon presiden yang sudah sedemikian pekatnya. Bukan pula tentang prediksi dan analisa siapa yang akan juara di ajang Piala Dunia 2014. Ini hanya akan membahas tentang kegiatan menonton, suatu aktivitas sederhana yang tanpa kita sadari mempunyai banyak makna.

ton·ton v, me·non·ton v melihat (pertunjukan, gambar hidup, dsb): kami ~ wayang kulit semalam suntuk;

Continue reading “Tonton Bareng Nusantara”

Semarang Selayaknya Setara

Perlu lebih dari sekedar aliran energi untuk memaksa saya menulis kembali di blog ini. Mungkin harus terjadi ‘ledakan’ energi yang sama ketika terakhir kali saya menulis, tentang adik saya yang satu ini. Padahal sudah berbulan-bulan sejak ide draft tulisan ini berada di ambang pikiran, sudah pula dinyatakan di milis tetapi tak juga kunjung muncul di halaman blog ini.

Dan mungkin sekaranglah waktunya yang tepat

15 Oktober 2013 di peringatan 8 tahun LOENPIA.net, -sebuah komunitas blogger yang semakin digerus perkembangan jaman- memberikan kewajiban kepada anggota-anggotanya untuk mengirimkan upeti berupa satu atau lebih postingan artikel yang dapat bertema apa saja. Sebenarnya jauh yang terpenting dari pada itu adalah menjaga supaya tradisi untuk berfikir, menulis dan blogging masih tetap terjaga.

Continue reading “Semarang Selayaknya Setara”

Zeno Aji Surayasa

Pagi itu, saya belum begitu sadar setelah bangun pagi sembari melihat ada pesan pendek masuk di inbox. Isinya, “Pongki, kamu tau kalo Zeno (2012) kecelakaan?”. Dengan mata sayu saya mencoba membalas bagaimana keadaannya dan berada dimana sekarang. Tapi kenyataaan nya, pulsa saya tidak mencukupi untuk mengirimkan satu pesan lagi. Akhirnya niat tersebut saya urungkan, dan berujar dalam hati biasa lah anak muda kecelakaan. Nanti siang saja sehabis kuliah tak sempatkan menjenguknya. Lalu saya lanjutkan pagi itu dengan membaca apa kabar terbaru di Lini Masa, dan sedikit tersentak melihat update dari akun resmi himpunan :


Continue reading “Zeno Aji Surayasa”

Berani untuk Berhenti

Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan untuk berjumpa dengan kawan lama yang sekarang sedang dalam tahap persiapan menjadi imam. Banyak hal yang kami bicarakan, beberapa masalah pribadi tetapi lebih banyak mengenai masalah gereja diantaranya adalah mengenai keputusan besar dari Bapa Paus Benediktus XVI yang memilih untuk berhenti menjadi Paus. Seperti yang telah diketahui, sejarah mencatat selama Gereja Katolik berdiri belum pernah ada sekalipun Bapa Paus yang mengundurkan diri dari jabatannya, dan beliau menjadi yang pertama dalam hal ini. Sebelumnya Bapa Paus selalu berkarya sampai wafat.

Continue reading “Berani untuk Berhenti”