Kelautan Sepuluh Semester – bagian i

Dengan ini sudah genap sepuluh semester saya habiskan untuk belajar di Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Sudah selesai pula 145 sks saya tempuh, minus 4 sks dari program skripsi yang sudah 3 kali saya ulangi belakangan ini.

Di titik ini, saya merasa harus mencatat beberapa hal yang saya alami tentang kuliah di Kelautan. Ada banyak cerita menarik dan informasi yang mungkin berguna bagi saudara sekalian yang hendak masuk ke jurusan serupa. Pada awalnya hanya beberapa kalimat, tetapi karena terlampau banyaknya yang tertuang maka saya putuskan untuk membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian. Maka beginilah ceritanya :

Semua bermula pada tahun 1985, dimana terbit Surat Edaran Dirjen Dikti Depdikbud RI No. 1023/D/Q/1985 yang berisi pembentukan Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan di 6 universitas. Universitas Diponegoro, Universitas Riau, Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanudin, Universitas Samratulangi dan Universitas Patimura yang masing-masingnya mewakili karakter laut di seluruh Indonesia.

DSC01883
Deretan gedung baru di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip

Berangkat dari pembentukan tersebut, Universitas Diponegoro kemudian mengubahnya menjadi Program Studi Ilmu Kelautan lantas berkembang menjadi Jurusan Ilmu Kelautan dalam Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Pada awalnya jurusan ini hanya berisi satu program studi, yaitu Ilmu Kelautan, baru pada tahun 2001 bertambahlah satu program studi baru yaitu Oseanografi.

Yang mana, masing masing dari itu sudah harus kami pilih sejak awal mendaftar di Undip. Dipilih sebelum kami benar-benar mengerti apa perbedaan di antara mereka berdua. Saya memilih IK.

IK dan OC.
Dahulu saya memilih IK karena tidak tahu ada OC. Beberapa rekan saya di OC memilih karena nama Oseanografinya yang keren. Sebentar saya bangga dengan pilihan saya karena pada kenyataannya IK yang sebagai saudara tua memiliki akreditasi A. Sementara OC lebih muda masih terakreditasi B. Meskipun kelak akhirnya saya mengumpat, karena akreditasi kamipun turun menjadi B.

Stereotipe yang kuat berkembang di antara kami adalah IK santai dan OC ribet. Generalisasi yang memang tidak bisa dijadikan kesimpulan. Tetapi begitulah menurut pengalaman saya dan melihat keadaan di sekitar.

Perbedaan utamanya adalah bagaimana kami memandang laut.

IK melihat laut dari sisi ekologis dan peristiwa biologis yang terjadi di dalamnya, OC melihat dari fenomena fisis perairannya. Alhasil sementara IK sibuk ‘pelesir’ untuk melihat langsung ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang sampai ke Karimunjawa, rekan-rekan saya di OC duduk manis menghitung dengan berbagai rumusnya : gelombang datang dan kuat arus Pantai Utara Jawa di dalam kelas.

Seperti inilah
Seperti inilah kehidupan mahasiswa kelautan

Eh, meskipun kadang-kadang keadaan berbalik, sementara mahasiswa OC sibuk bercengrakama di dermaga kampus untuk mengukur pasang surut air laut, mahasiswa IK berjibaku identifikasi bakteri atau algae di laboratorium. Tapi percayalah itu hanya terjadi pada sekali waktu.

Dan selanjutnya saya akan lebih membahas mengenai program studi Ilmu Kelautan yang memang saya pelajari ini.

Pandangan awam.
Berdasarkan jajak pendapat yang saya lakukan : 6 dari 10 orang teman saya, ketika mendengar saya kuliah di Kelautan langsung mengasosiakannya dengan pelayaran. 3 orang lainnya menyamakan dengan perikanan. Dan sisa 1 orangnya tidak saya tanya lagi. Karena cukup untuk menyimpulkan bahwa jurusan Ilmu Kelautan masih sangatlah asing bagi masyarakat.

Masuk Kuliah.
Saya masuk di jurusan ini melalui jalur PSSB (yang sekarang dikenal dengan nama SNMPTN Undangan). Cukup berbekal nilai rapor semasa SMA. Saya yang dulu pernah mendapat posisi akademis dua terbawah di kelas, rajin ijin keluar masuk kelas untuk keperluan OSIS, pelanggan tetap remidi Fisika dan Kimia terhenyak ketika dinyatakan masuk jurusan Kelautan Undip.

Pun demikian dengan warga sekolah yang lain. Karena fakta menjadi siswa pertama satu angkatan yang mendapat tempat di PTN. Entah saya mesti bangga atau harusnya sedikit meragukan kualitas seleksi mahasiswa jurusan ini.

Yang pada perjalanan selanjutnya, beberapa rekan saya pun mengatakan serupa. Yang masuk ke jurusan ini melalui tes, dengan persiapan seadanya pun berhasil masuk. Yang masuk karena ‘hanya’ di pilihan kedua pun ramai. Bahkan ada rekan saya, yang mengaku hanya asal-asalan mengisi jawaban saat tes SNMPTN dan akhirnya diterima juga. Sampai saya menyimpulkan semena-mena, bahwa semua pemilih jurusan Kelautan itu pasti diterima.

Ah, itu karena mungkin ‘jaman semono’ laut belum menjadi prioritas pemerintah. Sekarang pasti sudah jauh berbeda.

Kemampuan Berenang.

Selalu pertanyaan yang muncul ketika saya kuliah di Kelautan, apakah harus bisa berenang. Nyatanya saya sama sekali tidak bisa berenang ketika masuk di jurusan Kelautan. Dan memang tidak ada persyaratan untuk itu ketika masuk. Tetapi untuk menunjang kuliah, kampus mengadakan kuliah Renang yang nilainya 0 sks pada semester pertama.

Tetapi sampai satu semester kuliah tersebut, saya pun tidak benar-benar bisa berenang. Bahkan ketika pengambilan nilai untuk ujian akhir, saya diwakilkan oleh teman yang bisa berenang (di-joki). Tetapi tetap menjadi asyik ketika bersama-sama rekan bermain di kolam renang.

Tidak hanya berhenti di sana, semester berikutnya pun diberikan mata kuliah Selam Dasar. Kali ini dengan muatan 2 sks, karena disertai dengan teori di kelas. Lebih seru lagi karena di sini kami  diberi kesempatan menyelam menggunakan SCUBA set.

Mata Kuliah
Berikut saya sertakan pula daftar mata kuliah di program studi Ilmu Kelautan. Ini saya ambil dari transkrip saya, jadi ada beberapa mata kuliah pilihan yang memang tidak saya ambil. Jika hendak mempelajari secara lengkapnya ada di sini.

kuliah

Inilah yang kami pelajari selama beberapa semester kuliah. Banyak dan beragam. Meskipun pada garis besarnya mempelajari biologi, ekosistem dan konservasi laut, tetapi pengetahuan dasar laut secara geologi, fisika, dan kimia pun tetap dibutuhkan. Begitu pula ilmu-ilmu dasar lainnya yang mendukung tujuan jurusan.

Begitulah kuliah di kelautan, menurut pengertian, sejarah dari awal sampai pada mata kuliahnya. Selanjutnya secara bertahap akan saya bahas dinamika perkuliahan, bermacam fasilitas, dan tentunya prospek kerja ke depannya untuk bidang kelautan.

…bersambung

Iklan

2 thoughts on “Kelautan Sepuluh Semester – bagian i”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s